Skip to content
logo goodside final revisi 09 Goodside

Goodside.id adalah referensi utama Millennial & Gen Z di Indonesia tentang film, teknologi, gadget, musik, gaya hidup, kecantikan hingga travelling

logo goodside final revisi 09 Goodside

Goodside.id adalah referensi utama Millennial & Gen Z di Indonesia tentang film, teknologi, gadget, musik, gaya hidup, kecantikan hingga travelling

  • Home
  • Anime & Manga
  • Film
  • Gadget
  • Game
  • Music
  • Home
  • Anime & Manga
  • Film
  • Gadget
  • Game
  • Music
Close

Search

Article

Kemenekraf dan GBCI Dorong Konsep Bangunan Hijau lewat Kolaborasi Kreatif

By Falah Malaika Az Zahra
27 Mei 2026 4 Min Read
0

Pemerintah melalui Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) memperkuat komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan dengan menggandeng Green Building Council Indonesia (GBCI). Dalam audiensi yang berlangsung di Jakarta, Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar menekankan bahwa isu lingkungan dan konsep bangunan hijau harus dikomunikasikan dengan cara yang lebih dekat dengan masyarakat, bukan sekadar jargon teknis atau sertifikasi gedung mewah. Kolaborasi kreatif ini diharapkan mampu menjadikan keberlanjutan sebagai gaya hidup yang mudah dipahami dan diadopsi oleh semua kalangan, terutama generasi muda.

Pertemuan tersebut menjadi langkah awal untuk merancang berbagai program edukasi publik yang menggabungkan prinsip ramah lingkungan dengan ekspresi kreatif. Mulai dari film, aktivitas komunitas, hingga pelibatan figur publik, semua akan dioptimalkan agar pesan tentang pentingnya bangunan hijau tidak hanya bergema di kalangan profesional, tetapi juga menyentuh keseharian warga.

Membumikan Isu Keberlanjutan melalui Pendekatan Kreatif

Irene Umar menyoroti bahwa anak muda kini memiliki kepedulian tinggi terhadap isu lingkungan, namun seringkali informasi yang tersedia terasa eksklusif dan sulit dicerna. “Kita ingin sustainability menjadi sesuatu yang membumi dan mudah dipahami. Tinggal bagaimana kita menghadirkan ruang kolaborasi dan pendekatan kreatif supaya pesan keberlanjutan ini semakin luas diterima,” ujarnya. Pernyataan ini menegaskan bahwa ekonomi kreatif bisa menjadi jembatan antara konsep teknis bangunan hijau dengan kehidupan sehari-hari.

Dengan memanfaatkan medium seperti film dokumenter pendek, instalasi seni interaktif, atau kampanye digital yang melibatkan influencer, edukasi keberlanjutan diharapkan tidak lagi terasa menggurui. Pendekatan ini sejalan dengan peran ekonomi kreatif sebagai the new engine of growth yang dicanangkan menuju Indonesia Emas 2045. Ketika masyarakat memahami bahwa tindakan kecil seperti menghemat energi atau mengelola sampah berkontribusi pada lingkungan yang lebih sehat, perubahan perilaku akan terjadi secara organik.

Baca juga  Kemenekraf Dorong Konsistensi PP Tunas untuk Lindungi Industri Gim Indonesia

Green Building Festival dan Inisiatif “Goes to Kampung”

Salah satu agenda konkret yang dibahas adalah rencana penyelenggaraan Green Building Festival pada September 2026. Festival ini dirancang sebagai ruang edukasi publik yang meriah, bukan sekadar pameran teknologi mahal. GBCI juga memperkenalkan program “Green Building Goes to Kampung” yang bertujuan membawa praktik ramah lingkungan ke tingkat akar rumput. Inisiatif ini akan mengajarkan masyarakat di perkampungan cara membangun atau merenovasi rumah dengan prinsip hijau yang sederhana dan aplikatif.

“Green building jangan hanya dipandang sebagai sertifikasi gedung besar saja. Kita ingin bagaimana konsep keberlanjutan ini bisa dipahami sampai ke tingkat masyarakat paling kecil,” tambah Irene. Dengan pendekatan yang langsung menyentuh kebutuhan warga—seperti penghematan listrik, ventilasi alami, atau pemanfaatan air hujan—festival dan program turun kampung ini diyakini mampu mengubah persepsi bahwa bangunan hijau itu mahal dan eksklusif.

Dampak Nyata: Dari Sertifikasi Gedung hingga Perubahan Masyarakat

Selama ini, sertifikasi bangunan hijau sering diasosiasikan dengan gedung perkantoran kelas atas atau pusat perbelanjaan modern. Padahal, prinsip yang sama bisa diterapkan di rumah tinggal, sekolah, dan fasilitas publik. GBCI yang berdiri sejak 2009 dan merupakan bagian dari World Green Building Council di lebih dari 70 negara, memiliki fokus pada pengembangan industri bangunan hijau melalui sertifikasi, pelatihan, dan penguatan pasar. Namun, Ketua Umum GBCI Ignesjz Kemalawarta menegaskan bahwa misi mereka kini melampaui sekadar plakat sertifikasi.

Baca juga  Empat Pabrik Tekstil Pasang PLTS Atap 4.463 kWp Demi Efisiensi dan Keberlanjutan

“Fokus kami adalah bagaimana gedung, kawasan, dan industri bisa menerapkan prinsip hijau sesuai kaidah keberlanjutan. Karena itu kami menyambut baik peluang kolaborasi bersama Kementerian Ekraf untuk memperluas edukasi dan sosialisasi sustainability kepada masyarakat,” kata Ignesjz. Kolaborasi ini akan menyasar perubahan perilaku di level individu, karena ketika masyarakat merasakan langsung manfaat seperti tagihan listrik yang lebih rendah dan udara yang lebih bersih, adopsi praktik hijau akan semakin cepat.

Peran Teknologi dan Green Financing dalam Bangunan Rendah Karbon

Dalam diskusi tersebut, GBCI juga memaparkan potensi pengembangan green financing dan pemanfaatan teknologi sensor pintar untuk efisiensi energi. Teknologi ini memungkinkan gedung memonitor konsumsi listrik, air, dan kualitas udara secara real-time, sehingga penghuni atau pengelola bisa mengambil keputusan berbasis data untuk mengurangi jejak karbon. Penguatan ekosistem bangunan rendah karbon ini sejalan dengan target pengurangan emisi nasional yang semakin ambisius.

Selain itu, konsep green financing—seperti kredit dengan bunga rendah untuk renovasi rumah hemat energi atau obligasi hijau untuk proyek properti berkelanjutan—diharapkan dapat mempercepat transisi. Dengan dukungan kebijakan dari Kemenekraf, instrumen keuangan ini bisa dikemas dalam program yang lebih menarik bagi pelaku industri kreatif, misalnya studio desain, arsitek muda, atau startup teknologi properti.

Sinergi Ekonomi Kreatif dan Keberlanjutan Menuju Indonesia Emas 2045

Pertemuan antara Kemenekraf dan GBCI ini bukan sekadar seremonial. Ini adalah sinyal bahwa pemerintah melihat keberlanjutan sebagai pilar penting dalam transformasi ekonomi. Ekonomi kreatif yang bernilai tambah tinggi dapat menjadi motor penggerak jika diintegrasikan dengan prinsip bangunan hijau. Contohnya, desain interior ramah lingkungan, material daur ulang yang diolah menjadi produk bernilai seni, atau konten digital yang mengedukasi tentang gaya hidup minim emisi.

Baca juga  Infrastruktur Digital Dukung Ekraf Daerah Bersaing Nasional

Berikut beberapa manfaat yang diharapkan dari kolaborasi ini:

  • Meningkatkan literasi publik tentang bangunan hijau melalui medium kreatif seperti film, seni, dan media sosial.
  • Mendorong adopsi praktik ramah lingkungan di tingkat rumah tangga hingga kawasan perkotaan.
  • Memperkuat ekosistem bangunan rendah karbon dengan dukungan teknologi sensor pintar dan green financing.
  • Menciptakan lapangan kerja baru di sektor ekonomi kreatif berbasis keberlanjutan.
  • Mendukung target pengurangan emisi nasional dan pencapaian Indonesia Emas 2045.

Dengan melibatkan generasi muda dan komunitas, program-program ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa memiliki terhadap lingkungan. Karena pada akhirnya, keberhasilan pembangunan hijau tidak hanya diukur dari jumlah gedung bersertifikat, tetapi dari seberapa besar perubahan positif yang dirasakan oleh masyarakat luas.

Kolaborasi antara Kemenekraf dan GBCI membuktikan bahwa isu bangunan hijau bisa dikemas secara menarik dan inklusif. Ketika kreativitas bertemu dengan keberlanjutan, lahirlah gerakan yang tidak hanya melindungi bumi, tetapi juga memperkaya budaya dan ekonomi. Inilah saatnya masyarakat Indonesia melihat bangunan hijau bukan sebagai kemewahan, melainkan sebagai kebutuhan bersama yang bisa dimulai dari hal-hal sederhana di lingkungan terdekat.

Tags:

bangunan hijauekonomi kreatifGBCIgreen buildingkeberlanjutanKemenekrafkolaborasi kreatif
Author

Falah Malaika Az Zahra

Reporter Spesialis Pop Kultur & Ekosistem Digital. Berbekal latar belakang ilmu jurnalistik, Falah fokus mengawal perkembangan industri kreatif mulai dari dinamika sinema, musik, komunitas anime, hingga tren gadget penunjang produktivitas. Laporannya tidak hanya informatif, tetapi juga menangkap esensi dan energi kultur modern, menjadikannya rujukan yang tepercaya sekaligus menghibur bagi Gen Z dan Millenial.

Follow Me
Other Articles
Previous

NGC 3137, Galaksi Spiral Mirip Bima Sakti Tertangkap Hubble

Next

Pemprov Jatim dan BRIN Perkuat Hilirisasi Riset Teknologi Tepat Guna

No Comment! Be the first one.

    Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    • pexels photo 38281596
      55 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 22 Juni 2026: Klaim TWG 118-119 dan 10.000 Gems
      oleh Falah Malaika Az Zahra
      29 Juni 2026
    • pexels photo 36095242
      Jazz Gunung Slamet: Kolaborasi Budaya di Baturraden, Tiket VIP Ludes
      oleh Falah Malaika Az Zahra
      29 Juni 2026
    • pexels photo 8799979
      Telkomsel: 361 BTS Pakai Energi Terbarukan, Komitmen Hijau Makin Nyata
      oleh Falah Malaika Az Zahra
      29 Juni 2026
    • pexels photo 33061128
      Anker Nano 45W Smart Display Resmi di RI, Charger Pintar Jaga Baterai
      oleh Falah Malaika Az Zahra
      29 Juni 2026
    • pexels photo 11855063
      Korsel Kucurkan Rp139,3 M Sulap GOR Daerah Jadi Venue Konser
      oleh Falah Malaika Az Zahra
      29 Juni 2026

    You May Have Missed

    pexels photo 38281596
    Game Trending

    55 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 22 Juni 2026: Klaim TWG 118-119 dan 10.000 Gems

    Falah Malaika Az Zahra
    By Falah Malaika Az Zahra
    29 Juni 2026
    pexels photo 36095242
    Music News

    Jazz Gunung Slamet: Kolaborasi Budaya di Baturraden, Tiket VIP Ludes

    Falah Malaika Az Zahra
    By Falah Malaika Az Zahra
    29 Juni 2026
    pexels photo 8799979
    News Sains

    Telkomsel: 361 BTS Pakai Energi Terbarukan, Komitmen Hijau Makin Nyata

    Falah Malaika Az Zahra
    By Falah Malaika Az Zahra
    29 Juni 2026
    pexels photo 33061128
    Gadget News

    Anker Nano 45W Smart Display Resmi di RI, Charger Pintar Jaga Baterai

    Falah Malaika Az Zahra
    By Falah Malaika Az Zahra
    29 Juni 2026
    pexels photo 11855063
    Music News

    Korsel Kucurkan Rp139,3 M Sulap GOR Daerah Jadi Venue Konser

    Falah Malaika Az Zahra
    By Falah Malaika Az Zahra
    29 Juni 2026
    pexels photo 18441494
    Gadget News

    Logitech Luncurkan Mobi Fold, Mouse Lipat Ultra-Portable Pertama

    Falah Malaika Az Zahra
    By Falah Malaika Az Zahra
    29 Juni 2026
    pexels photo 20674548
    Sains Trending

    Pedesaan Jepang Sepi Ditinggal Warga, Populasi Rusa dan Babi Hutan Melonjak Tajam

    Falah Malaika Az Zahra
    By Falah Malaika Az Zahra
    29 Juni 2026
    pexels photo 36231699 1
    Public Figure Trending

    Detail Kebaya Akad Nikah Jennifer Coppen, Perpaduan Adat Jawa dan Sentuhan Modern

    Falah Malaika Az Zahra
    By Falah Malaika Az Zahra
    29 Juni 2026
    pexels photo 35654096 1
    Film Trending

    Film EKSIL Gelar Pemutaran Khusus di Blok M, 4 Juli 2026

    Falah Malaika Az Zahra
    By Falah Malaika Az Zahra
    29 Juni 2026

    Kategori

    • Home
    • Anime & Manga
    • Film
    • Gadget
    • Game
    • Music

    Format

    • Article
    • News
    • Trending
    • Infographic
    • Video

    Link Penting

    • Tentang Goodside
    • Kebijakan Privasi
    • Kebijakan Cookie
    • Pedoman Media Siber
    Copyright 2026 — Goodside. All rights reserved.