Skip to content
logo goodside final revisi 09 Goodside

Goodside.id adalah referensi utama Millennial & Gen Z di Indonesia tentang film, teknologi, gadget, musik, gaya hidup, kecantikan hingga travelling

logo goodside final revisi 09 Goodside

Goodside.id adalah referensi utama Millennial & Gen Z di Indonesia tentang film, teknologi, gadget, musik, gaya hidup, kecantikan hingga travelling

  • Home
  • Anime & Manga
  • Film
  • Gadget
  • Game
  • Music
  • Home
  • Anime & Manga
  • Film
  • Gadget
  • Game
  • Music
Close

Search

Article

Kemenekraf Dorong Konsistensi PP Tunas untuk Lindungi Industri Gim Indonesia

By Falah Malaika Az Zahra
8 Juni 2026 3 Min Read
0

Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) memberikan sinyal kuat bahwa regulasi anyar yang dikenal sebagai PP Tunas harus dijalankan secara konsisten. Langkah ini dinilai krusial untuk menyeimbangkan dua kebutuhan mendesak: melindungi puluhan juta pengguna anak dari konten berbahaya, sekaligus menjaga iklim investasi bagi industri gim nasional yang tengah bertumbuh pesat. Tanpa konsistensi, aturan ini dikhawatirkan justru menciptakan ketidakpastian usaha.

Mengapa Konsistensi Regulasi Jadi Kunci Utama

Dalam diskusi mengenai ekosistem gim sehat di Jakarta, Direktur Gim Kemenekraf, Luat Sihombing, menyoroti bahwa kepercayaan investor sangat bergantung pada stabilitas aturan. Iklim investasi yang kondusif dan kemudahan berusaha hanya bisa tercipta jika ada kepastian hukum. Jika PP Tunas tidak diterapkan secara merata untuk semua aplikasi dan Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) yang menjadi sasarannya, maka kredibilitas regulasi ini akan dipertanyakan oleh pelaku industri lokal maupun asing.

Konsistensi ini bukan sekadar soal penegakan hukum, melainkan fondasi bagi pengembang gim untuk merancang strategi jangka panjang. Mereka perlu tahu bahwa setiap platform diperlakukan setara. Ketidakpastian regulasi seringkali menjadi penghalang utama masuknya modal asing yang sebenarnya sangat dibutuhkan untuk mendanai studio-studio gim Indonesia agar bisa bersaing di kancah global.

Menyeimbangkan Perlindungan Anak dan Pertumbuhan Pasar

Urgensi PP Tunas tidak lepas dari skala konsumsi gim di Indonesia yang sangat masif. Pada tahun 2024, pasar gim Indonesia tercatat bernilai fantastis, mencapai 2 miliar dolar AS. Angka ini didukung oleh sekitar 150 juta gamer aktif, menjadikan Indonesia sebagai pasar terbesar di Asia Tenggara. Namun, di balik angka tersebut, terdapat risiko digital yang mengintai sekitar 70 juta anak yang rentan terpapar konten tidak sesuai usia.

Baca juga  Meta Ajak Orang Tua Pahami Pengasuhan Digital lewat Smart Digital Parenting

Salah satu titik rawan yang disorot adalah fitur social gaming, di mana aplikasi gim memiliki fitur obrolan (chat) yang bisa disalahgunakan. Tantangan bagi regulator dan pengembang adalah bagaimana membuat fitur komunikasi tetap fungsional untuk kebutuhan permainan, tetapi memberikan pagar keamanan yang kokoh, terutama bagi pengguna di bawah 16 tahun. Di sinilah peran vital PP Tunas diuji, yakni menciptakan mekanisme pembatasan usia yang efektif tanpa mematikan fitur sosial yang menjadi daya tarik utama banyak gim modern.

Menghindari Tumpang Tindih dengan Sistem Rating Gim IGRS

Kekhawatiran lain yang mencuat adalah potensi tumpang tindih antara PP Tunas dan regulasi yang sudah lebih dulu mapan, yaitu Indonesia Game Rating System (IGRS). IGRS telah dikenal luas oleh investor asing sebagai sistem klasifikasi gim berbasis usia yang kredibel. Para pengembang gim dari luar negeri sudah terbiasa dan mempercayai mekanisme IGRS sebagai standar untuk menentukan kelayakan konten bagi kelompok umur tertentu.

Luat Sihombing menyarankan agar pemerintah memperjelas peran dan batasan PP Tunas. Harus ada peta jalan regulasi yang tegas sehingga pengembang tidak menghadapi dua standar yang membingungkan. Jika tidak, alih-alih memperkuat ekosistem, aturan baru ini bisa dianggap sebagai beban ganda yang menghambat proses rilis gim di Indonesia. Kejelasan ini penting untuk memastikan bahwa PP Tunas melengkapi IGRS, bukan menegasikannya.

Baca juga  Kemenekraf dan GBCI Dorong Konsep Bangunan Hijau lewat Kolaborasi Kreatif

Peran Krusial Parental Control di Lini Pertahanan Pertama

Selain mengandalkan regulasi pemerintah, Kemenekraf menekankan bahwa pertahanan paling awal sebenarnya ada di tangan orang tua. Parental control atau kontrol orang tua pada gawai anak disebut sebagai filter pertama yang sangat vital. Sebelum seorang anak terpapar konten gim apa pun, baik di ponsel, konsol, maupun PC, pengaturan dari orang tua menjadi garda terdepan yang bisa langsung membatasi akses.

Pemerintah dan industri perlu bahu-membahu mengedukasi masyarakat tentang pentingnya fitur ini. Secara teknis, perlakuan untuk mengamankan perangkat seluler, konsol, atau PC pada dasarnya serupa di tahap awal. Tanpa keterlibatan aktif orang tua dalam mengatur akun dan batasan waktu bermain, efektivitas PP Tunas dalam melindungi anak bisa berkurang signifikan. Edukasi ini harus berjalan beriringan dengan penegakan aturan bagi platform.

Membangun Dialog untuk Regulasi yang Lebih Inklusif

Agar implementasi PP Tunas berjalan mulus, Kemenekraf mendorong pemerintah untuk lebih sering membuka ruang komunikasi dengan para pelaku industri. Umpan balik dari pengembang gim sangat berharga untuk mengantisipasi dampak teknis dan bisnis dari regulasi ini. Tanpa dialog yang intensif, aturan yang dibuat dengan niat baik bisa saja memiliki celah yang justru memberatkan studio gim kecil dan menengah di Indonesia.

Baca juga  Harkitnas 2026: Pemerintah Ajak Jaga Generasi Muda dari Ancaman Ruang Digital

Pendekatan inklusif ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem gim yang sehat. Tujuannya jelas: pengembang dan investor asing tetap bersemangat menghadirkan konten berkualitas ke Indonesia, sementara para penikmat gim, terutama anak-anak, bisa menikmati hiburan digital dalam koridor yang aman dan sesuai dengan norma usia mereka.

Pada akhirnya, upaya mendorong konsistensi PP Tunas adalah tentang membangun kepercayaan. Kepercayaan orang tua bahwa anak-anak mereka aman di dunia digital, dan kepercayaan investor bahwa Indonesia adalah rumah yang stabil bagi kreativitas dan bisnis gim. Keberhasilan aturan ini tidak hanya diukur dari seberapa ketat ia membatasi, tetapi seberapa cerdas ia melindungi tanpa mematikan potensi ekonomi kreatif yang nilainya sudah menembus miliaran dolar.

Tags:

IGRSindustri gim IndonesiaKemenekrafparental controlperlindungan anakPP TUNASregulasi gim
Author

Falah Malaika Az Zahra

Reporter Spesialis Pop Kultur & Ekosistem Digital. Berbekal latar belakang ilmu jurnalistik, Falah fokus mengawal perkembangan industri kreatif mulai dari dinamika sinema, musik, komunitas anime, hingga tren gadget penunjang produktivitas. Laporannya tidak hanya informatif, tetapi juga menangkap esensi dan energi kultur modern, menjadikannya rujukan yang tepercaya sekaligus menghibur bagi Gen Z dan Millenial.

Follow Me
Other Articles
Previous

Rumor Wuling Aira EV Menguat: Mobil Listrik Mungil Baru Siap Meluncur di Indonesia?

Next

BP BUMN Pangkas Entitas Usaha PLN Jadi 23, Percepat Transformasi Pasca Blackout Sumatera

No Comment! Be the first one.

    Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    • pexels photo 38281596
      55 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 22 Juni 2026: Klaim TWG 118-119 dan 10.000 Gems
      oleh Falah Malaika Az Zahra
      29 Juni 2026
    • pexels photo 36095242
      Jazz Gunung Slamet: Kolaborasi Budaya di Baturraden, Tiket VIP Ludes
      oleh Falah Malaika Az Zahra
      29 Juni 2026
    • pexels photo 8799979
      Telkomsel: 361 BTS Pakai Energi Terbarukan, Komitmen Hijau Makin Nyata
      oleh Falah Malaika Az Zahra
      29 Juni 2026
    • pexels photo 33061128
      Anker Nano 45W Smart Display Resmi di RI, Charger Pintar Jaga Baterai
      oleh Falah Malaika Az Zahra
      29 Juni 2026
    • pexels photo 11855063
      Korsel Kucurkan Rp139,3 M Sulap GOR Daerah Jadi Venue Konser
      oleh Falah Malaika Az Zahra
      29 Juni 2026

    You May Have Missed

    pexels photo 38281596
    Game Trending

    55 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 22 Juni 2026: Klaim TWG 118-119 dan 10.000 Gems

    Falah Malaika Az Zahra
    By Falah Malaika Az Zahra
    29 Juni 2026
    pexels photo 36095242
    Music News

    Jazz Gunung Slamet: Kolaborasi Budaya di Baturraden, Tiket VIP Ludes

    Falah Malaika Az Zahra
    By Falah Malaika Az Zahra
    29 Juni 2026
    pexels photo 8799979
    News Sains

    Telkomsel: 361 BTS Pakai Energi Terbarukan, Komitmen Hijau Makin Nyata

    Falah Malaika Az Zahra
    By Falah Malaika Az Zahra
    29 Juni 2026
    pexels photo 33061128
    Gadget News

    Anker Nano 45W Smart Display Resmi di RI, Charger Pintar Jaga Baterai

    Falah Malaika Az Zahra
    By Falah Malaika Az Zahra
    29 Juni 2026
    pexels photo 11855063
    Music News

    Korsel Kucurkan Rp139,3 M Sulap GOR Daerah Jadi Venue Konser

    Falah Malaika Az Zahra
    By Falah Malaika Az Zahra
    29 Juni 2026
    pexels photo 18441494
    Gadget News

    Logitech Luncurkan Mobi Fold, Mouse Lipat Ultra-Portable Pertama

    Falah Malaika Az Zahra
    By Falah Malaika Az Zahra
    29 Juni 2026
    pexels photo 20674548
    Sains Trending

    Pedesaan Jepang Sepi Ditinggal Warga, Populasi Rusa dan Babi Hutan Melonjak Tajam

    Falah Malaika Az Zahra
    By Falah Malaika Az Zahra
    29 Juni 2026
    pexels photo 36231699 1
    Public Figure Trending

    Detail Kebaya Akad Nikah Jennifer Coppen, Perpaduan Adat Jawa dan Sentuhan Modern

    Falah Malaika Az Zahra
    By Falah Malaika Az Zahra
    29 Juni 2026
    pexels photo 35654096 1
    Film Trending

    Film EKSIL Gelar Pemutaran Khusus di Blok M, 4 Juli 2026

    Falah Malaika Az Zahra
    By Falah Malaika Az Zahra
    29 Juni 2026

    Kategori

    • Home
    • Anime & Manga
    • Film
    • Gadget
    • Game
    • Music

    Format

    • Article
    • News
    • Trending
    • Infographic
    • Video

    Link Penting

    • Tentang Goodside
    • Kebijakan Privasi
    • Kebijakan Cookie
    • Pedoman Media Siber
    Copyright 2026 — Goodside. All rights reserved.