Infrastruktur Digital Dukung Ekraf Daerah Bersaing Nasional

goodside
5 Min Read

Jakarta – Infrastruktur digital memegang peranan penting sebagai tulang punggung ekonomi kreatif (ekraf) daerah agar mampu bersaing di level nasional. Tanpa internet yang stabil, sistem pembayaran digital, dan akses platform digital, potensi kreatif lokal akan sulit berkembang optimal.

Infrastruktur Digital sebagai Tulang Punggung Ekonomi Kreatif

Ketua Umum Indonesia Digital Empowering Community (IDIEC), Tesar Sandikapura, menekankan bahwa infrastruktur digital adalah fondasi utama bagi pelaku ekonomi kreatif di daerah. “Tanpa internet yang baik, sistem pembayaran digital, dan akses platform digital, potensi kreatif daerah akan sulit berkembang optimal,” ujar Tesar kepada ANTARA, Selasa.

Menurutnya, infrastruktur digital menentukan akses pasar, mendukung efisiensi usaha, hingga meningkatkan kemampuan pelaku kreatif daerah bersaing secara nasional. Dengan kata lain, semakin kuat infrastruktur digital, semakin besar peluang produk kreatif lokal menembus pasar yang lebih luas.

Tiga Pilar Infrastruktur Digital untuk Ekraf

Untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif daerah, Tesar menyebut sedikitnya tiga elemen penting yang harus diperhatikan. Pertama, pemerataan akses internet yang stabil dan cepat. Kedua, sistem pembayaran digital yang mumpuni agar transaksi berjalan lancar. Ketiga, platform digital yang memudahkan promosi dan distribusi produk kreatif.

Tanpa ketiga elemen ini, pelaku ekraf daerah akan kesulitan mengembangkan usaha dan menjangkau konsumen di luar wilayahnya. “Pemerintah perlu fokus pada tiga hal yaitu pemerataan infrastruktur digital, peningkatan talenta digital, dan penguatan ekosistem kolaborasi,” tambah Tesar.

Pemerataan Infrastruktur dan Penguatan Kawasan Kreatif

Pemerataan infrastruktur digital menjadi kunci agar kawasan kreatif di berbagai daerah dapat tumbuh beriringan. Tesar menjelaskan bahwa pengembangan kawasan industri kreatif berdaya saing nasional maupun global harus disertai dengan dukungan teknologi digital yang merata. Hal ini akan membuat ekosistem ekonomi kreatif semakin kuat mulai dari tingkat lokal.

Selain jaringan internet, pelaku ekraf juga membutuhkan dukungan cloud, pelatihan digital, serta akses teknologi promosi berbasis data. Dengan begitu, produk daerah mampu bersaing di pasar nasional tanpa terkendala keterbatasan geografis.

Talenta Digital dan Ruang Kolaborasi

Peningkatan talenta digital menjadi prioritas kedua setelah infrastruktur. Tesar mendorong agar creative hub dan coworking space di daerah diperkuat dengan ekosistem kolaborasi yang produktif. “Pelaku ekonomi kreatif juga membutuhkan dukungan cloud, pelatihan digital, dan akses teknologi promosi berbasis data agar produk daerah mampu bersaing di pasar nasional,” katanya.

Creative hub dan coworking space bukan sekadar tempat kerja bersama, melainkan juga pusat inkubasi ide dan kolaborasi antarpelaku ekraf. Dengan dukungan pelatihan digital, para pelaku UMKM kreatif dapat mengasah kemampuan pemasaran online, manajemen keuangan digital, hingga pemanfaatan media sosial untuk memperluas jangkauan pasar.

Sistem Pembayaran Digital yang Mumpuni

Dalam ekosistem perdagangan modern, sistem pembayaran digital menjadi urat nadi transaksi. Data terkini menunjukkan volume transaksi digital di Indonesia terus melonjak, dengan pertumbuhan tahunan mencapai 37,69 persen pada triwulan I-2026. Angka ini menegaskan bahwa masyarakat semakin nyaman bertransaksi secara nontunai, sehingga pelaku ekraf daerah wajib mengadopsi sistem pembayaran digital yang andal.

Kesiapan sistem pembayaran ini tidak hanya memudahkan konsumen, tetapi juga memperkuat kepercayaan terhadap produk lokal. Pelaku ekraf daerah dapat memanfaatkan berbagai platform dompet digital, QRIS, dan kanal pembayaran lainnya untuk melayani pelanggan dari seluruh Indonesia.

Kolaborasi Pemerintah dan Ekosistem Kreatif

Dukungan pemerintah sangat diperlukan dalam tiga aspek utama: pemerataan infrastruktur digital, peningkatan talenta digital, dan penguatan ekosistem kolaborasi. Tesar menegaskan bahwa kawasan kreatif yang kuat harus didukung oleh internet stabil, sistem pembayaran mumpuni, serta ekosistem pasar digital yang terintegrasi.

Selain itu, akses pembiayaan dan pendampingan UMKM kreatif juga menjadi bagian penting dari strategi ini. Dengan koneksi ke pasar digital nasional, produk lokal dapat bersaing tanpa batas wilayah. “Pemerintah perlu fokus pada tiga hal yaitu pemerataan infrastruktur digital, peningkatan talenta digital, dan penguatan ekosistem kolaborasi,” pungkas Tesar.

Mengapa Hal Ini Penting?

Penguatan infrastruktur digital bagi ekonomi kreatif daerah bukan sekadar wacana, melainkan kebutuhan mendesak. Di tengah pesatnya transformasi digital, pelaku ekraf lokal harus didukung agar tidak tertinggal. Dengan internet yang andal, sistem pembayaran yang efisien, dan platform promosi yang tepat, produk kreatif dari berbagai pelosok negeri dapat tampil di panggung nasional.

Langkah ini juga sejalan dengan upaya pemerataan ekonomi dan pengentasan kesenjangan digital. Ketika pelaku ekraf daerah berdaya, maka pertumbuhan ekonomi nasional akan semakin inklusif dan berkelanjutan.

Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *