Rumah produksi DEE Company siap merilis film terbaru bergenre horor-komedi berjudul Cek Khodam. Mengangkat fenomena konten mistis yang tengah ramai menjadi hiburan di ruang digital, film ini menawarkan premis segar tentang benturan antara dunia gaib dan realitas manusia modern yang serba absurd.
Ketika Hantu Tak Lagi Ditakuti
Premis utama Cek Khodam berangkat dari ironi kehidupan masa kini. Manusia tidak lagi merasa takut pada sosok hantu atau makhluk halus, melainkan pada teror yang lebih nyata: dompet kosong, cicilan yang menunggak, dan kejamnya tanggal tua. Dunia gaib yang dulu dianggap menyeramkan kini justru berubah menjadi bahan tontonan dan candaan di internet.
“Melalui Cek Khodam, Dee Company menghadirkan komedi horor yang relevan dengan budaya digital hari ini,” tulis Dee Company dalam keterangan persnya. Film ini menawarkan cerita tentang dunia gaib yang berusaha keras untuk kembali ditakuti, namun harus berhadapan dengan manusia modern yang sudah terlalu sibuk bertahan dari masalah hidupnya sendiri.
Sinopsis: Misi Kocak Panglima Khodam
Cerita berpusat pada tiga sahabat, Sakti (Jirayut), Wira (Saputra Kori), dan Bima (Benidictus Siregar). Mereka membuat konten Cek Khodam yang tanpa disadari membawa dampak besar bagi dunia gaib. Konten buatan mereka membuat AKM atau Angka Ketakutan Manusia turun drastis.
Keadaan ini membuat dunia gaib merasa kehilangan wibawa. Para hantu dan khodam tidak lagi ditakuti seperti dulu, melainkan diperlakukan sebagai hiburan yang bisa ditertawakan. Situasi genting ini memaksa Panglima Khodam turun langsung ke dunia manusia. Ia mendapat tugas berat untuk mengembalikan martabat dunia gaib sekaligus menaikkan kembali angka ketakutan manusia terhadap makhluk tak kasatmata.
Misi yang Berubah Jadi Kekacauan
Namun, misi mulia Panglima Khodam itu justru berubah menjadi rangkaian kekacauan yang mengundang tawa. Semakin keras para khodam berusaha menakuti manusia, semakin kacau pula situasi yang mereka ciptakan. Dari titik inilah unsur komedi dalam film Cek Khodam dibangun.
Film ini tidak hanya bermain pada jumpscare atau penampakan horor biasa, tetapi juga menyoroti perubahan cara manusia modern dalam melihat hal mistis. Ketika hantu tidak lagi menjadi sumber ketakutan utama, dunia gaib harus berhadapan dengan realitas baru yang jauh lebih absurd dan tidak terduga.
Tim Produksi dan Pemeran
Cek Khodam digarap oleh tim kreatif yang solid. Film ini diproduseri oleh Dheeraj Kalwani dan disutradarai oleh Jeropoint. Jeropoint juga terlibat sebagai penulis skenario bersama Sandikagusti dan Shintapuji. Untuk jajaran pemain, film ini akan menampilkan wajah-wajah segar seperti Jirayut, Saputra Kori, dan Benidictus Siregar sebagai tiga karakter utama.
Dengan mengangkat fenomena viral menjadi sebuah film layar lebar, Cek Khodam menjadi cerminan bagaimana budaya digital telah mengubah persepsi masyarakat terhadap hal-hal mistis. Film ini menawarkan hiburan ringan yang tidak hanya membuat penonton tertawa, tetapi juga menyindir kebiasaan kita yang mungkin lebih takut pada notifikasi tagihan daripada pada penampakan di pojok kamar.









