
Vino G Bastian Petik Pesan Toleransi dari Film Tanah Runtuh
Vino G Bastian kembali membuktikan kepiawaian aktingnya lewat proyek layar lebar terbaru berjudul “Tanah Runtuh”. Lebih dari sekadar hiburan, aktor kawakan ini mengaku tersentuh oleh narasi kemanusiaan yang diusung film tersebut, terutama pesan penting tentang keluarga dan toleransi yang ia petik di balik layar.
Nasib Anak-Anak di Tengah Konflik Besar
Dalam film yang digarap oleh sutradara Rudi Soedjarwo ini, Vino memerankan karakter bernama Idham. Ia menyoroti bahwa banyak pihak seringkali hanya fokus pada besarnya sebuah peristiwa atau konflik, namun melupakan dampak kecil yang justru paling memilukan, yaitu nasib anak-anak yang menjadi korban.
“Di luar bicara konflik yang besar, saya memang setuju sekali dengan awal narasi film ini. Terlalu banyak orang menangkap yang besar dari peristiwa itu, tapi lupa dengan yang kecil. Dari kejadian besar, chaos, yang menjadi korban juga anak-anak,” ujar Vino G Bastian di XXI Epicentrum, Jakarta Selatan.
Belajar Bersyukur dari Kisah Kurang Beruntung
Vino melihat “Tanah Runtuh” bukan hanya sebagai tontonan, melainkan cerminan untuk lebih mensyukuri kondisi kehidupan saat ini. Ia bahkan berencana mengajak sang buah hati menonton langsung film ini sebagai media pembelajaran.
“Mungkin inspirasi dari kisah atau peristiwa nyata bukan hanya ini. Nanti malam saya akan ajak anak saya menonton, mungkin dia akan belajar karena masih banyak anak-anak di luar sana yang kurang beruntung,” lanjut Vino.
Memperjuangkan Toleransi Berawal dari Keluarga
Bagi suami Marsha Timothy ini, nilai persatuan dan keharmonisan di Indonesia bukanlah sesuatu yang datang dengan sendirinya. Ia menegaskan bahwa menjaga toleransi adalah perjuangan yang harus terus ditumbuhkan, dan fondasi paling kokoh untuk itu semua berawal dari unit terkecil dalam masyarakat, yaitu keluarga.
“Satu hal yang saya dapat, toleransi dan persatuan itu harus diperjuangkan. Semakin kita menggembar-gemborkan itu, semakin banyak yang mengacak-ngacak. Jadi toleransi itu harus diperjuangkan, dari mana? Ya dari keluarga dulu. Buat saya ini bukan cuma film yang penting, tapi film yang kita butuhkan,” tegasnya.
Profesionalisme Vino dan Keajaiban Akting Ridho Khaliq
Kehadiran Vino dalam proyek ini meninggalkan kesan mendalam bagi sang produser, Denny Siregar. Denny mengungkapkan bahwa memilih aktor sekaliber Vino adalah keputusan tepat untuk menghidupkan cerita sejarah yang sensitif dan berisiko tinggi. Ia menceritakan bahwa tidak banyak rumah produksi yang berani mengangkat kisah berlatar konflik seperti ini.
“Permasalahan di kita itu itu-itu saja. Saya merasa kita tidak belajar dari peristiwa yang ada. Tapi kan harus ada yang memulai. Ini mungkin pertama kali saya bekerja sama dengan Vino, dan dia sangat profesional,” puji Denny Siregar.
Di sisi lain, sutradara Rudi Soedjarwo menyoroti keajaiban akting yang datang dari Ridho Khaliq, seorang aktor cilik dengan down syndrome yang berperan sebagai Ringgo. Rudi menjelaskan bahwa spontanitas Ridho menjadi kekuatan utama yang membuat kamera hanya perlu merekam, bukan mengarahkan.
Mengapa Film Ini Penting untuk Ditonton
“Tanah Runtuh” hadir bukan sekadar sebagai tontonan drama sejarah, melainkan sebagai pengingat bahwa di balik setiap riak konflik, selalu ada sisi kemanusiaan yang kerap terlupakan. Pesan kuat tentang toleransi dan pentingnya keluarga yang disampaikan Vino G Bastian menjadi relevan bagi kondisi sosial masyarakat saat ini. Film ini mengajak penonton untuk tidak hanya melihat perbedaan sebagai jurang pemisah, tetapi juga melihat sesama sebagai manusia yang memiliki hak sama untuk hidup damai.








