Awet Muda Diah Permatasari: Pantang Daster dan Ogah Disebut Sosialita

goodside
4 Min Read

Di balik senyumnya yang menawan, aktris senior Diah Permatasari menyimpan prinsip hidup yang kuat: ia ingin dikenang karena karya, bukan sensasi. Pemeran ikonik Si Manis Jembatan Ancol ini baru-baru ini membagikan pandangannya tentang hidup sederhana, perawatan diri, dan definisi kebahagiaan versinya. Penampilannya yang selalu terlihat cantik dan awet muda ternyata berakar dari ketenangan batin dan pilihan gaya hidup yang unik, termasuk pantangan mutlak memakai daster di rumah.

Menolak Label Sosialita, Memilih Jati Diri Seniman

Meski kerap tampil anggun dan bergaul dengan kalangan elite, Diah dengan tegas menolak disebut sosialita. Baginya, label itu tidak mewakili siapa dirinya yang sesungguhnya. Ia lebih nyaman mendefinisikan diri sebagai pekerja seni yang membumi.

Kesederhanaannya tercermin dari kebiasaannya berbelanja di pasar tradisional. Diah tidak segan memilih pakaian murah yang penting nyaman. “Aku tetap mau pakai baju murah-murah, yang penting nyaman,” ungkapnya. Prinsip ini menjadi fondasi dari penampilannya yang effortless dan tidak dibuat-buat.

Anti Daster di Rumah, Demi Tampil Cantik untuk Suami

Salah satu aturan tak tertulis yang dipegang teguh Diah adalah pantang memakai daster di rumah. Baginya, pakaian tersebut memberikan kesan kurang rapi dan terlalu “emak-emak”. “Aku tidak pernah pakai daster di rumah. Aku anti daster karena kesannya ’emak-emak’ banget. Suamiku juga tidak suka. Jadi aku lebih suka pakai celana pendek atau setelan piyama di rumah,” jelasnya.

Diah percaya bahwa menjaga penampilan di rumah, terutama di depan suami, adalah salah satu kunci keharmonisan. Menurutnya, istri harus tetap berusaha tampil cantik dan seksi untuk pasangannya. Pilihan pakaian yang simpel namun rapi menjadi bagian dari upaya menjaga kualitas hubungan.

Perawatan Alami Tanpa Budget Khusus

Berbeda dengan gaya hidup glamor yang sering dilekatkan pada pesohor, Diah mengaku tidak memiliki alokasi dana khusus untuk perawatan kecantikan. Ia hanya melakukan perawatan seperti facial saat merasa perlu, tanpa memaksakan diri mengikuti tren estetika yang invasif.

“Aku tidak ada budget khusus. Aku juga tidak mengikuti tren tarik benang atau operasi plastik. Selama suamiku bilang masih oke, ya sudah. Masih natural,” bebernya. Prinsip ini menjadikannya sosok yang percaya diri dengan kecantikan alami tanpa perlu sentuhan medis yang berlebihan.

Kunci Kebahagiaan: Olahraga dan Keluarga

Rahasia di balik wajah segar dan aura positif Diah adalah komitmennya untuk selalu berusaha bahagia. Ia menjalani hidup dengan olahraga teratur dan menjadi diri sendiri. Peran sebagai ibu juga menjadi sumber kebahagiaan yang membuatnya merasa muda.

“Selalu berusaha untuk happy, olahraga, dan jadi diri sendiri. Anak-anak ini juga yang bikin aku selalu merasa muda dan bahagia,” pungkasnya. Bagi Diah, investasi terbaik adalah menjaga kesehatan mental dan fisik melalui keluarga serta aktivitas positif.

Kisah Diah Permatasari adalah pengingat bahwa awet muda dan kebahagiaan sejati tidak harus datang dari perawatan mahal atau label sosial. Justru dari kesederhanaan, kepercayaan diri, dan kehangatan keluargalah sumber kecantikan abadi itu berasal. Di tengah gemerlap dunia hiburan yang sering kali menuntut kemewahan, sosoknya menjadi angin segar yang membumi.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *