Maye Musk Ungkap Kejeniusan Elon Sejak Usia 3 Tahun, Sempat Tak Percaya Anaknya Bikin Roket

goodside
3 Min Read

Di tengah kesibukannya sebagai ibu dari orang terkaya di dunia, Maye Musk membagikan cerita mengharukan tentang putranya, Elon Musk. Dalam acara JPMorgan baru-baru ini, Maye mengenang masa kecil Elon yang menunjukkan tanda-tanda kejeniusan sejak dini. Namun, pengakuan itu tidak selalu ditanggapi serius—bahkan oleh Maye sendiri ketika Elon mengutarakan mimpinya membuat roket.

Maye Musk Kenali Kecerdasan Elon Sejak Usia Tiga Tahun

Maye Musk, model sekaligus ahli dietetika, tidak ragu menyebut Elon sebagai anak jenius saat usianya baru tiga tahun. “Dulu, ketika saya bilang punya anak jenius, orang-orang hanya memutar bola matanya,” kenang Maye di depan putranya dan CEO JPMorgan Jamie Dimon. Respons skeptis itu tak menyurutkan keyakinannya pada keistimewaan Elon.

Reaksi Maye Saat Elon Berambisi Bikin Roket

Ironisnya, Maye pun sempat meragukan mimpi besar Elon. “Dan ketika kamu berkata akan mulai membuat roket, aku memutar bola mataku,” ujarnya sambil tertawa kecil. Keraguan itu kini berbalik menjadi kebanggaan karena Elon berhasil mewujudkannya melalui SpaceX. “Dan kamu melakukannya. Ini adalah pesta yang besar dan kita semua merayakannya,” puji Maye, yang langsung diiyakan oleh bos SpaceX tersebut.

Hubungan Dekat Ibu dan Anak

Momen hangat di atas panggung ditutup dengan ungkapan cinta yang tulus. “Love you, love you so much,” kata Maye. “Love you too,” timpal Elon. Keduanya dikenal memiliki hubungan sangat erat. Maye kerap mendampingi Elon di berbagai acara penting, sekaligus sering berkunjung ke rumahnya di Boca Chica, Texas, dekat markas SpaceX.

Cerita Rumah Sederhana Elon: Hanya Satu Handuk

Melalui unggahan di X, Maye pernah membeberkan kehidupan sehari-hari Elon yang jauh dari kesan mewah. “Tidak ada makanan di kulkas. Garasi tempat saya tidur ada di sebelah kanan. Kamar mandi hanya punya satu handuk, jadi saya meninggalkannya untuk Elon,” tulisnya. Meski begitu, Maye tidak kaget. Ia terbiasa hidup minimalis sejak kecil, bahkan pernah menghabiskan tiga minggu di Gurun Kalahari tanpa mandi. “Saya rasa orang tua saya telah mempersiapkan saya untuk kemewahan ini,” lanjutnya.

Cerita Maye Musk bukan sekadar nostalgia ibu-anak. Ini membuka sisi manusiawi seorang Elon Musk: didukung oleh figur ibu yang mengajarkan ketangguhan dan kesederhanaan. Dari jenius kecil yang diremehkan hingga pemimpi roket yang ditertawakan, perjalanan Elon dan dukungan Maye menjadi inspirasi bahwa keberhasilan besar sering kali lahir dari keyakinan yang tak goyah.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *