Pedagang Pasar Baru Bersiap Sambut Bandara Husein Sastranegara Kembali Dibuka

goodside
3 Min Read
Photo by Unggul Budi on Pexels

Harapan kembali bersemi di Pasar Baru Bandung. Para pedagang di pusat perbelanjaan tekstil legendaris itu mulai bersiap menyambut rencana pengaktifan kembali Bandara Husein Sastranegara. Sudah terlalu lama mereka merindukan hiruk-pikuk pembeli yang dulu datang dari luar kota melalui bandara yang hanya selemparan batu dari lokasi pasar.

Luka Lama akibat Pengalihan Penerbangan

Selama bertahun-tahun, para pedagang Pasar Baru harus berdamai dengan realitas pahit. Ketika penerbangan komersial dialihkan ke Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati di Majalengka, denyut nadi ekonomi di sekitar Pasar Baru langsung melemah. Wisatawan dan pembeli dari Jakarta, Surabaya, hingga luar pulau yang biasa turun di Husein Sastranegara dan langsung menuju Pasar Baru mendadak hilang.

Tak sedikit pedagang yang mengeluhkan penurunan omzet hingga lebih dari setengah. Biaya operasional tetap berjalan, sementara jumlah pembeli terus menyusut. Sebagian bahkan terpaksa merumahkan karyawan atau mengurangi jam operasional karena sepinya pengunjung.

Doa yang Kini Terjawab

Rencana reaktivasi Bandara Husein Sastranegara menjadi jawaban atas doa para pedagang. Meski belum ada tanggal pasti pengoperasian kembali, sinyal dari pemerintah pusat dan daerah sudah cukup membuat lega. Kementerian Perhubungan bersama Pemerintah Kota Bandung disebut-sebut telah melakukan koordinasi intensif untuk mengembalikan penerbangan setidaknya untuk rute-rute strategis yang dekat dengan karakter belanja Pasar Baru.

Seorang pedagang tekstil yang telah berjualan lebih dari 15 tahun mengaku langsung merencanakan penambahan stok. Ia percaya, jika bandara benar-benar dibuka, para pelanggan lamanya akan kembali. “Pasar Baru itu ikon, tinggal menyambung konektivitasnya,” ujarnya penuh harap.

Persiapan Mandiri Pedagang

Tanpa menunggu arahan resmi, para pedagang mulai berbenah. Beberapa di antaranya memoles etalase, memperbaiki tata letak toko, bahkan ramai-ramai membuat konten di media sosial untuk mengingatkan khalayak bahwa Pasar Baru siap menyambut kembali wisatawan. Gabungan pedagang juga berencana menggelar promo khusus bertepatan dengan momen reaktivasi bandara.

Mereka sadar, ini bukan hanya soal bandara, melainkan soal menghidupkan kembali ekosistem ekonomi yang melibatkan ribuan kepala keluarga—mulai dari pedagang, tukang parkir, pengemudi angkot, hingga penjahit rumahan yang menggantungkan pesanan dari para pembeli luar kota.

Dampak Lebih Luas bagi Ekonomi Bandung

Reaktivasi Husein Sastranegara dipandang bukan sekadar angin segar bagi Pasar Baru. Seluruh ekosistem pariwisata dan perdagangan di pusat kota Bandung ikut menanti. Hotel-hotel di kawasan Asia Afrika dan Braga, restoran legendaris, hingga pelaku wisata belanja akan merasakan efek domino bila arus penumpang kembali turun di tengah kota.

Jika ini terwujud, biaya transportasi yang selama ini membengkak karena harus menempuh perjalanan darat dari Majalengka bisa dipangkas. Kemudahan itu berpeluang memulihkan kepercayaan wisatawan untuk kembali menjadikan Bandung sebagai destinasi belanja utama.

Meski belum ada jadwal pasti, optimisme sudah terasa di antara deretan kios Pasar Baru. Para pedagang memilih percaya bahwa kali ini nasib mereka akan lebih baik. Mereka hanya ingin kembali mendengar suara mesin pesawat yang dulu menjadi tanda datangnya rezeki.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *