Skip to content
logo goodside final revisi 09 Goodside

Goodside.id adalah referensi utama Millennial & Gen Z di Indonesia tentang film, teknologi, gadget, musik, gaya hidup, kecantikan hingga travelling

logo goodside final revisi 09 Goodside

Goodside.id adalah referensi utama Millennial & Gen Z di Indonesia tentang film, teknologi, gadget, musik, gaya hidup, kecantikan hingga travelling

  • Home
  • Anime & Manga
  • Film
  • Gadget
  • Game
  • Music
  • Home
  • Anime & Manga
  • Film
  • Gadget
  • Game
  • Music
Close

Search

Article

Prabowo Gunakan Teknologi Radar Canggih Lacak Bungker Aset Koruptor

By Falah Malaika Az Zahra
28 Mei 2026 4 Min Read
0

Langkah mengejutkan datang dari Presiden Prabowo Subianto yang menegaskan komitmennya dalam perang melawan korupsi. Dalam sebuah pidato kenegaraan, ia menyatakan akan mengerahkan teknologi pelacak canggih untuk membongkar harta kekayaan pejabat yang disembunyikan. Tak tanggung-tanggung, teknologi radar yang biasa dipakai untuk mendeteksi ranjau atau gudang senjata bawah tanah kini akan diarahkan untuk mencari bungker-bungker pribadi milik para koruptor.

Peringatan Keras dari Istana: Teknologi Radar untuk Bungker Pribadi

Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Presiden Prabowo di hadapan para pejabat negara dalam acara Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal RAPBN Tahun Anggaran 2027 di Kompleks DPR, Senayan. Ia memperingatkan para kepala daerah agar tidak mengira bisa bersembunyi dari pengawasan pusat. “Jangan mengira sekarang engkau jadi bupati, engkau jadi gubernur kita enggak bisa monitor dari sini,” tegasnya, menyiratkan bahwa era baru pengawasan berbasis teknologi telah dimulai.

Prabowo menekankan bahwa kemajuan teknologi saat ini memungkinkan pemerintah untuk melihat aset yang ditanam di dalam tanah sekalipun. Ini bukan sekadar ancaman kosong, melainkan sinyal bahwa pendekatan pemberantasan korupsi kini memasuki babak baru yang lebih agresif dan berbasis perangkat keras canggih. “Sekarang ada teknologi, ada radar bisa kita pakai, bisa kita lihat bawah tanah,” ujarnya, menegaskan bahwa persembunyian di bunker bukan lagi jaminan keamanan bagi harta haram.

Dari Medan Perang ke Pemberantasan Korupsi: Alih Fungsi Teknologi Sensor Bawah Tanah

Menariknya, teknologi yang diungkapkan oleh Presiden bukanlah teknologi asing yang sepenuhnya baru. Ia menjelaskan bahwa alat yang akan digunakan adalah radar penembus tanah atau Ground Penetrating Radar (GPR) yang selama ini lazim dipakai di sektor militer dan geologi. Jika biasanya radar ini difungsikan untuk mencari ranjau darat atau mendeteksi struktur bawah permukaan tanah, kini fungsinya diperluas untuk mengendus ruang tersembunyi berisi uang dan logam mulia.

Baca juga  Rosatom Temui Prabowo, Tawarkan PLTN Apung untuk Energi Damai Indonesia

Pernyataan “Saya akan menggunakan teknologi yang paling canggih, teknologi pertanahan bisa mencari gudang senjata di bawah tanah, radar sekarang bisa mencari ranjau, kita akan pakai untuk mencari bunker-bunker di sekitar kau” merupakan bukti bahwa pemerintah serius mengadopsi pendekatan militer dalam audit kekayaan pejabat. Ini adalah lompatan besar dari metode audit forensik konvensional yang hanya mengandalkan laporan kertas dan data perbankan.

Mengapa Teknologi Pendeteksi Bawah Tanah Begitu Efektif?

Teknologi radar penembus tanah bekerja dengan memancarkan gelombang elektromagnetik ke dalam tanah. Ketika gelombang tersebut mengenai objek atau rongga dengan densitas berbeda dari tanah di sekitarnya, sinyal akan dipantulkan kembali ke penerima. Data ini kemudian diolah menjadi citra yang menunjukkan anomali di bawah permukaan. Dengan kata lain, jika ada bunker beton berisi uang tunai atau emas batangan di kedalaman tertentu, perangkat ini akan mendeteksinya sebagai “keanehan” dalam struktur tanah.

Keunggulan metode ini terletak pada sifatnya yang non-invasif. Petugas tidak perlu melakukan penggalian acak yang bisa memicu perlawanan hukum. Cukup dengan memindai area properti pejabat yang dicurigai, anomali bawah tanah bisa terlihat. Ini sejalan dengan tren teknologi keamanan siber preemptif yang kini juga berkembang di dunia digital, di mana sistem tidak lagi menunggu serangan terjadi, melainkan mendeteksi celah keamanan secara real-time sebelum kebocoran terjadi.

Baca juga  Kisah Maung Garuda, Mobil Kepresidenan Karya Anak Bangsa di KTT ASEAN

Bukan Hanya Satelit: Multi-Layer Surveillance dalam Pemerintahan Modern

Jika kita melihat konteks yang lebih luas, ancaman penggunaan radar ini adalah bagian dari sistem pengawasan berlapis. Selama ini, pelacakan kekayaan pejabat lebih mengandalkan teknologi informasi seperti interoperabilitas data perpajakan dan perbankan. Kini, lapisan fisik ditambahkan. Ini mirip dengan bagaimana teknologi AI fisik (Physical AI) dan sistem AI agentik mulai diterapkan di sektor industri untuk mengotomatisasi pengawasan dan kontrol terhadap lingkungan nyata.

Integrasi antara data digital dan pemindaian fisik akan mempersempit ruang gerak para pelaku korupsi. Jika biasanya aset bisa “disulap” menjadi tidak terlihat di atas kertas, kini aset fisik yang ditanam pun bisa terdeteksi. Ini adalah perwujudan dari konsep transparansi total yang selama ini hanya menjadi wacana.

Evolusi Teknologi dan Masa Depan Tata Kelola Pemerintahan

Penerapan teknologi radar untuk memburu aset koruptor menandakan bahwa Indonesia mulai memanfaatkan inovasi mutakhir di luar sekadar kecerdasan buatan (AI) generatif. Saat ini, dunia memang sedang beralih dari era perangkat lunak murni menuju penerapan teknologi fisik yang nyata. Inovasi seperti baterai sodium-ion dan kendaraan otonom memang mengubah industri, namun di sisi lain, teknologi sensor dan radar mengubah cara negara menegakkan hukum.

Baca juga  Hendri Satrio Rilis Buku "Estafet Ideologi" Sumitro ke Prabowo

Pemerintah seolah ingin menyampaikan bahwa tidak ada lagi tempat yang aman untuk menyembunyikan hasil kejahatan. Jika dulu pelacakan hanya sebatas pada aset yang tercatat di permukaan atau di rekening luar negeri, kini kedalaman tanah bukan lagi batasan. Ini adalah pesan psikologis yang kuat bahwa negara hadir secara teknologi hingga ke bawah tanah sekalipun.

  • Ground Penetrating Radar (GPR): Teknologi utama yang akan digunakan untuk mendeteksi rongga dan anomali di bawah tanah.
  • Pendekatan Non-Invasif: Memungkinkan audit tanpa perlu membongkar properti secara fisik di tahap awal.
  • Integrasi Intelijen: Data radar akan dikombinasikan dengan data transaksi keuangan mencurigakan.
  • Efek Jera: Mengubah pola pikir pejabat bahwa persembunyian fisik sudah tidak relevan.

Pernyataan tegas Presiden Prabowo ini bukan sekadar retorika politik, melainkan penanda bahwa era baru pengawasan kekayaan pejabat telah dimulai. Dengan memanfaatkan teknologi radar penembus tanah yang awalnya dirancang untuk keperluan militer, pemerintah menunjukkan bahwa perang melawan korupsi kini diperlengkapi dengan amunisi teknologi yang setara dengan perang sesungguhnya. Bagi masyarakat, ini adalah secercah harapan bahwa uang negara yang selama ini raib dan ditanam di “bunker-bunker” gelap akan segera terkuak dan kembali ke kas negara untuk pembangunan.

Tags:

aset koruptorground penetrating radarpengawasan pemerintahanPrabowo Subiantoradar penembus tanahteknologi anti korupsi
Author

Falah Malaika Az Zahra

Reporter Spesialis Pop Kultur & Ekosistem Digital. Berbekal latar belakang ilmu jurnalistik, Falah fokus mengawal perkembangan industri kreatif mulai dari dinamika sinema, musik, komunitas anime, hingga tren gadget penunjang produktivitas. Laporannya tidak hanya informatif, tetapi juga menangkap esensi dan energi kultur modern, menjadikannya rujukan yang tepercaya sekaligus menghibur bagi Gen Z dan Millenial.

Follow Me
Other Articles
Previous

Bahaya Terlalu Percaya Aplikasi Maps: Logika Berkendara Tetap Utama

Next

ROG Strix Scar 18 2026: Monster Gaming 320W dengan Intel Core Ultra 9

No Comment! Be the first one.

    Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    • pexels photo 38281596
      55 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 22 Juni 2026: Klaim TWG 118-119 dan 10.000 Gems
      oleh Falah Malaika Az Zahra
      29 Juni 2026
    • pexels photo 36095242
      Jazz Gunung Slamet: Kolaborasi Budaya di Baturraden, Tiket VIP Ludes
      oleh Falah Malaika Az Zahra
      29 Juni 2026
    • pexels photo 8799979
      Telkomsel: 361 BTS Pakai Energi Terbarukan, Komitmen Hijau Makin Nyata
      oleh Falah Malaika Az Zahra
      29 Juni 2026
    • pexels photo 33061128
      Anker Nano 45W Smart Display Resmi di RI, Charger Pintar Jaga Baterai
      oleh Falah Malaika Az Zahra
      29 Juni 2026
    • pexels photo 11855063
      Korsel Kucurkan Rp139,3 M Sulap GOR Daerah Jadi Venue Konser
      oleh Falah Malaika Az Zahra
      29 Juni 2026

    You May Have Missed

    pexels photo 38281596
    Game Trending

    55 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 22 Juni 2026: Klaim TWG 118-119 dan 10.000 Gems

    Falah Malaika Az Zahra
    By Falah Malaika Az Zahra
    29 Juni 2026
    pexels photo 36095242
    Music News

    Jazz Gunung Slamet: Kolaborasi Budaya di Baturraden, Tiket VIP Ludes

    Falah Malaika Az Zahra
    By Falah Malaika Az Zahra
    29 Juni 2026
    pexels photo 8799979
    News Sains

    Telkomsel: 361 BTS Pakai Energi Terbarukan, Komitmen Hijau Makin Nyata

    Falah Malaika Az Zahra
    By Falah Malaika Az Zahra
    29 Juni 2026
    pexels photo 33061128
    Gadget News

    Anker Nano 45W Smart Display Resmi di RI, Charger Pintar Jaga Baterai

    Falah Malaika Az Zahra
    By Falah Malaika Az Zahra
    29 Juni 2026
    pexels photo 11855063
    Music News

    Korsel Kucurkan Rp139,3 M Sulap GOR Daerah Jadi Venue Konser

    Falah Malaika Az Zahra
    By Falah Malaika Az Zahra
    29 Juni 2026
    pexels photo 18441494
    Gadget News

    Logitech Luncurkan Mobi Fold, Mouse Lipat Ultra-Portable Pertama

    Falah Malaika Az Zahra
    By Falah Malaika Az Zahra
    29 Juni 2026
    pexels photo 20674548
    Sains Trending

    Pedesaan Jepang Sepi Ditinggal Warga, Populasi Rusa dan Babi Hutan Melonjak Tajam

    Falah Malaika Az Zahra
    By Falah Malaika Az Zahra
    29 Juni 2026
    pexels photo 36231699 1
    Public Figure Trending

    Detail Kebaya Akad Nikah Jennifer Coppen, Perpaduan Adat Jawa dan Sentuhan Modern

    Falah Malaika Az Zahra
    By Falah Malaika Az Zahra
    29 Juni 2026
    pexels photo 35654096 1
    Film Trending

    Film EKSIL Gelar Pemutaran Khusus di Blok M, 4 Juli 2026

    Falah Malaika Az Zahra
    By Falah Malaika Az Zahra
    29 Juni 2026

    Kategori

    • Home
    • Anime & Manga
    • Film
    • Gadget
    • Game
    • Music

    Format

    • Article
    • News
    • Trending
    • Infographic
    • Video

    Link Penting

    • Tentang Goodside
    • Kebijakan Privasi
    • Kebijakan Cookie
    • Pedoman Media Siber
    Copyright 2026 — Goodside. All rights reserved.