Skip to content
logo goodside final revisi 09 Goodside

Goodside.id adalah referensi utama Millennial & Gen Z di Indonesia tentang film, teknologi, gadget, musik, gaya hidup, kecantikan hingga travelling

logo goodside final revisi 09 Goodside

Goodside.id adalah referensi utama Millennial & Gen Z di Indonesia tentang film, teknologi, gadget, musik, gaya hidup, kecantikan hingga travelling

  • Home
  • Anime & Manga
  • Film
  • Gadget
  • Game
  • Music
  • Home
  • Anime & Manga
  • Film
  • Gadget
  • Game
  • Music
Close

Search

Article

Kepala BRIN: Kebijaksanaan Peneliti Tak Tergantikan AI

By Falah Malaika Az Zahra
27 Mei 2026 4 Min Read
0

Perkembangan kecerdasan buatan (AI) yang melesat cepat kerap memunculkan kekhawatiran bahwa teknologi akan mengambil alih banyak peran manusia, termasuk pekerjaan para peneliti. Namun, Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria menyampaikan pesan menenangkan: kebijaksanaan dan kekuatan hati seorang peneliti tidak akan pernah bisa digantikan oleh AI, secanggih apa pun teknologinya.

AI dan Kemampuan Teknis: Batasan yang Nyata

Arif Satria tidak menampik bahwa AI kini telah menjadi keniscayaan dan mampu mengambil alih banyak aspek teknis dalam berpikir dan meriset. Mulai dari pengolahan data masif, analisis statistik, hingga simulasi kompleks—semuanya dapat dijalankan algoritma dalam hitungan menit. Kecerdasan buatan memang cakap dalam urusan nalar dan logika yang terukur. Dalam banyak kasus, mesin bahkan bisa menemukan pola yang luput dari pengamatan manusia.

Namun, ia menegaskan bahwa ada wilayah dalam riset yang tidak bisa dijangkau oleh mesin. Di sinilah letak batas nyata AI. “Tapi kekuatan wisdom, itulah kekuatan hati. Soal hati ini tidak bisa digantikan oleh AI,” ujarnya dalam kegiatan pengukuhan profesor riset di Jakarta, Kamis (21/5). Sikap ini sekaligus menjadi pengingat bahwa alat sepintar apa pun tetaplah alat, bukan pengganti esensi kemanusiaan yang melandasi tujuan penelitian.

Kekuatan Hati dan Wisdom: Fondasi Riset yang Bermakna

Penelitian sejati bukan sekadar proses teknis mengumpulkan data dan menghasilkan kesimpulan. Lebih dari itu, riset membutuhkan pemaknaan mendalam, empati, dan visi kemanusiaan yang hanya bisa lahir dari hati dan kebijaksanaan (wisdom). Kepala BRIN menjelaskan, manusia dibekali otak, akal, dan hati—tiga elemen yang saling melengkapi dalam menghasilkan ilmu pengetahuan yang membawa perubahan ke arah lebih baik. AI mungkin bisa mengoptimasi parameter, tetapi ia tidak bisa memutuskan apakah suatu inovasi akan berdampak adil bagi semua lapisan masyarakat.

Baca juga  Kepala BRIN: Riset dan Inovasi Kunci Pacu Ekonomi Indonesia

“Mandat kita sebagai manusia karena kita yang hadir di muka bumi adalah dalam rangka untuk mempercepat proses perubahan ke arah yang lebih baik,” tegas Arif. Inilah perbedaan fundamental: mesin tidak memiliki kesadaran moral, tidak bisa merasakan urgensi sosial, dan tidak dapat mempertimbangkan nilai-nilai lokal yang sering kali menjadi penentu keberhasilan sebuah riset di masyarakat. Tanpa sentuhan wisdom, riset berisiko menjadi dingin dan kehilangan arah.

Mengantisipasi Dehumanisasi di Era AI

Kepala BRIN juga mengingatkan agar pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi tidak lantas memicu masalah baru berupa dehumanisasi di berbagai sektor kehidupan. Dehumanisasi terjadi ketika proses riset dan pengambilan keputusan sepenuhnya diserahkan pada logika mesin tanpa melibatkan hati nurani. Akibatnya, efisiensi lebih diutamakan ketimbang empati, dan data dianggap lebih bernilai daripada pengalaman manusia.

Arif menekankan pentingnya membangkitkan nurani untuk mengimbangi kekuatan akal dan nalar. “Dalam diri manusia itu nurani, itulah yang juga harus terus dibangkitkan ya, untuk mengimbangi kekuatan akal kita, kekuatan nalar kita, kekuatan otak kita,” kata Arif. Keseimbangan inilah yang akan menjaga riset tetap membumi dan berpihak pada kepentingan manusia, bukan semata efisiensi algoritma. Pesan ini relevan di era ketika kita mudah terpukau oleh kecepatan dan kecerdasan mesin.

Peran Peneliti Senior sebagai Sumber Inspirasi

Lebih lanjut, Arif Satria menyebut para peneliti senior dan profesor riset yang telah mencapai titik pemahaman utuh antara nilai, hati, nalar, dan logika diharapkan mampu menjadi teladan (role model) yang inspiratif bagi para peneliti muda di Tanah Air. Mereka adalah sosok yang tidak hanya cakap secara teknis, tetapi juga memiliki kebijaksanaan untuk memaknai setiap temuan dalam bingkai kemanusiaan.

Baca juga  XLSMART Gelar BRAVO 500 Summit 2026, Perkenalkan ESTA Prime

“Apa artinya ilmu hanya untuk ilmu? Apa artinya riset hanya untuk riset?” tanyanya retoris. Dengan menjadi role model, para senior dapat menularkan semangat bahwa riset bukan sekadar publikasi atau angka indeks, melainkan kontribusi nyata bagi masyarakat. Keteladanan semacam ini tidak bisa diprogram ke dalam sistem AI mana pun, karena ia lahir dari perjalanan hidup, refleksi, dan nilai-nilai yang dihayati.

Membebaskan Diri dari Jebakan Epistemik Barat

Dalam pengarahannya, Kepala BRIN juga menyoroti realitas di bidang ilmu sosial, di mana kekayaan budaya dan realitas Indonesia lebih sering dipotret oleh peneliti asing menggunakan kacamata teori mereka sendiri. Kondisi ini menimbulkan ketimpangan narasi dan pemahaman yang kurang autentik terhadap dinamika lokal. Akibatnya, banyak solusi yang ditawarkan tidak berakar pada kearifan setempat.

Arif menantang para ilmuwan Indonesia untuk lebih proaktif dan percaya diri mengangkat keragaman sosial dengan cara pandang sendiri. “Bagaimana kita terus confidence. Confidence dengan cara pandang kita, dengan kekayaan nilai budaya kita, dan kekayaan realitas yang ada di Indonesia,” tuturnya. Keberanian intelektual semacam ini justru menjadi keunggulan yang sulit ditiru oleh AI, yang umumnya belajar dari data global yang belum tentu mewakili konteks Nusantara.

Baca juga  Ilmuwan Latih Sel Otak Manusia Main Doom di Chip Komputer Hemat Daya

Menuju Indonesia sebagai Produsen Pengetahuan Global

Dengan terus memperkuat rasa percaya diri dan mempertahankan semangat sebagai pembelajar, Arif meyakini Indonesia mampu mematahkan dominasi epistemik Barat dan bertransformasi menjadi produsen ilmu pengetahuan yang disegani di tingkat global. Hal ini bukan utopia: ketika peneliti lokal berani menyuarakan temuan berbasis realitas sendiri, dunia akan menoleh dan mengakui perspektif baru tersebut.

“Itu adalah bisa menjadi sebuah model bagi kita untuk memperkaya hasrat ilmu pengetahuan global,” ujarnya. AI bisa menjadi alat bantu yang mempercepat riset, tetapi wisdom yang berakar pada lokalitaslah yang akan membedakan kontribusi Indonesia dari sekadar reproduksi pengetahuan asing. Dengan demikian, peneliti Indonesia bukan hanya konsumen teknologi, melainkan pencipta makna yang manusiawi.

  • Kebijaksanaan dan hati peneliti melampaui kemampuan teknis AI dalam memaknai dampak riset.
  • Nurani manusia diperlukan untuk menyeimbangkan nalar agar riset tidak kehilangan arah kemanusiaan.
  • Peneliti senior berperan sebagai teladan yang menularkan semangat pengabdian, bukan sekadar mengejar metrik.
  • Kepercayaan diri ilmuwan lokal penting untuk membebaskan riset dari ketergantungan pada perspektif asing.
  • AI menjadi mitra teknis, sementara wisdom dan perspektif lokal jadi pembeda di panggung global.

Pernyataan Kepala BRIN ini menjadi kabar baik di tengah narasi ancaman AI terhadap dunia kerja. Alih-alih merasa terancam, peneliti justru diajak memaksimalkan kekuatan khas manusia yang tak tereplikasi: wisdom, empati, dan nilai-nilai luhur. Dengan memadukan kecanggihan AI dan kebijaksanaan hati, riset Indonesia tidak hanya akan menghasilkan inovasi teknis, tetapi juga arah peradaban yang lebih inklusif—sebuah optimisme yang pantas disebarluaskan.

Tags:

Arif SatriaBRINdehumanisasiinovasikebijaksanaan penelitikecerdasan buatanriset Indonesia
Author

Falah Malaika Az Zahra

Reporter Spesialis Pop Kultur & Ekosistem Digital. Berbekal latar belakang ilmu jurnalistik, Falah fokus mengawal perkembangan industri kreatif mulai dari dinamika sinema, musik, komunitas anime, hingga tren gadget penunjang produktivitas. Laporannya tidak hanya informatif, tetapi juga menangkap esensi dan energi kultur modern, menjadikannya rujukan yang tepercaya sekaligus menghibur bagi Gen Z dan Millenial.

Follow Me
Other Articles
IQOO Z11 Series.jpg
Previous

iQOO Z11 Lite 5G Muncul di Geekbench dengan Dimensity 6300, Siapkan Fast Charging 44W

Next

Bocoran Smartphone AI OpenAI: Rilis 2027, Chip MediaTek, dan Konsep AI-first

No Comment! Be the first one.

    Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    • pexels photo 38281596
      55 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 22 Juni 2026: Klaim TWG 118-119 dan 10.000 Gems
      oleh Falah Malaika Az Zahra
      29 Juni 2026
    • pexels photo 36095242
      Jazz Gunung Slamet: Kolaborasi Budaya di Baturraden, Tiket VIP Ludes
      oleh Falah Malaika Az Zahra
      29 Juni 2026
    • pexels photo 8799979
      Telkomsel: 361 BTS Pakai Energi Terbarukan, Komitmen Hijau Makin Nyata
      oleh Falah Malaika Az Zahra
      29 Juni 2026
    • pexels photo 33061128
      Anker Nano 45W Smart Display Resmi di RI, Charger Pintar Jaga Baterai
      oleh Falah Malaika Az Zahra
      29 Juni 2026
    • pexels photo 11855063
      Korsel Kucurkan Rp139,3 M Sulap GOR Daerah Jadi Venue Konser
      oleh Falah Malaika Az Zahra
      29 Juni 2026

    You May Have Missed

    pexels photo 38281596
    Game Trending

    55 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 22 Juni 2026: Klaim TWG 118-119 dan 10.000 Gems

    Falah Malaika Az Zahra
    By Falah Malaika Az Zahra
    29 Juni 2026
    pexels photo 36095242
    Music News

    Jazz Gunung Slamet: Kolaborasi Budaya di Baturraden, Tiket VIP Ludes

    Falah Malaika Az Zahra
    By Falah Malaika Az Zahra
    29 Juni 2026
    pexels photo 8799979
    News Sains

    Telkomsel: 361 BTS Pakai Energi Terbarukan, Komitmen Hijau Makin Nyata

    Falah Malaika Az Zahra
    By Falah Malaika Az Zahra
    29 Juni 2026
    pexels photo 33061128
    Gadget News

    Anker Nano 45W Smart Display Resmi di RI, Charger Pintar Jaga Baterai

    Falah Malaika Az Zahra
    By Falah Malaika Az Zahra
    29 Juni 2026
    pexels photo 11855063
    Music News

    Korsel Kucurkan Rp139,3 M Sulap GOR Daerah Jadi Venue Konser

    Falah Malaika Az Zahra
    By Falah Malaika Az Zahra
    29 Juni 2026
    pexels photo 18441494
    Gadget News

    Logitech Luncurkan Mobi Fold, Mouse Lipat Ultra-Portable Pertama

    Falah Malaika Az Zahra
    By Falah Malaika Az Zahra
    29 Juni 2026
    pexels photo 20674548
    Sains Trending

    Pedesaan Jepang Sepi Ditinggal Warga, Populasi Rusa dan Babi Hutan Melonjak Tajam

    Falah Malaika Az Zahra
    By Falah Malaika Az Zahra
    29 Juni 2026
    pexels photo 36231699 1
    Public Figure Trending

    Detail Kebaya Akad Nikah Jennifer Coppen, Perpaduan Adat Jawa dan Sentuhan Modern

    Falah Malaika Az Zahra
    By Falah Malaika Az Zahra
    29 Juni 2026
    pexels photo 35654096 1
    Film Trending

    Film EKSIL Gelar Pemutaran Khusus di Blok M, 4 Juli 2026

    Falah Malaika Az Zahra
    By Falah Malaika Az Zahra
    29 Juni 2026

    Kategori

    • Home
    • Anime & Manga
    • Film
    • Gadget
    • Game
    • Music

    Format

    • Article
    • News
    • Trending
    • Infographic
    • Video

    Link Penting

    • Tentang Goodside
    • Kebijakan Privasi
    • Kebijakan Cookie
    • Pedoman Media Siber
    Copyright 2026 — Goodside. All rights reserved.